 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
Pasal 17: Kunci Persatuan
Gereja
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi
apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau
adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya:
"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang
menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku
pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang
ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di
dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia
ini akan terlepas di sorga." (Matius 16:15-19)
Apakah yang Yesus lakukan untuk memastikan
Gereja-Nya akan selalu bersatu?
Dia mengirim Roh Kudus untuk berdiam
dalam Tubuh-Nya yang adalah Gereja, mempersatukan semua umat satu
dengan yang lain dan dengan diriNya sendiri, Kepala dari Tubuh Kristus.
Dia telah memberikan kita
Roh-Nya yang, merupakan kesatuan dan mahluk yang sama dalam kepala
dan para anggota-anggotanya, menghidupkan, mempersatukan, dan menggerakan
seluruh Tubuh. {Konsili Vatikan II, paragraf 7)
Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada
satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan,
satu iman, satu baptisa, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang
di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. (Efesus 4:3-6)
Siapakah instrumen terutama pengajaran
dan karya yang mempersatukan dari Roh Kudus di dalam Gereja?
Sri Paus, yang adalah Uskup Roma
dan Vikarius Kristus di dunia. Dia adalah kepala yang terlihat dari
seluruh Gereja Katolik.
"Aku akan mengangkat
satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya."
(Yehezkiel 34:23)
Siapakah Paus yang pertama?
Rasul Petrus, yang diangkat menjadi
Paus oleh Yesus Kristus sendiri.
Kapankah Yesus membuat Santo Petrus sebagai
Paus pertama?
Sesaat sebelum Dia naik ke sorga,
Yesus memberikan otoritas penuh kepada Santo Petrus atas seluruh
Gereja-Nya. Beberapa bulan sebelumnya, Dia telah menjanjikan hal
ini.
"Engkau adalah Petrus
dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam
maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan
Sorga..." (Matius 16:18-19)
Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku....Gembalakanlah
domba-domba-Ku...Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15-17)
Apakah otoritas Petrus berakhir setelah
dia wafat?
Tidak. Kuasa itu diteruskan kepada
Santo Linus, dan setelah dia wafat, diteruskan kepada yang berikutnya,
demikian secara terus-menerus selama 2000 tahun.
Untuk menemukan Gereja
Kristus yang sejati di dunia ini, engkau harus menemukan Petrus
atau penggantinya yang sah. "Dimana Petrus berada, disanalah
Gereja berada." (Santo Ambrosius, abad ke-4)
Apakah Yesus menginginkan kita untuk
mematuhi Sri Paus dalam hal agama?
Ya, karena kepatuhan dan kesetiaan
kepada Sri Paus adalah salah satu syarat utama dari Tuhan Yesus
demi persatuan dalam Gereja-Nya.
"Apa yang kau ikat di
dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia
ini akan terlepas di sorga." (Matius 16:19)
"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya
Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di
dalam Kita.." (Yohanes 17:21)
Apakah Sri Paus bisa salah ketika mengajarkan
ajaran agama?
Tidak ketika beliau mengajar secara
resmi (ex cathedra) sebagai kepala Gereja. Dia mendapat rahmat perlindungan
khusus yang diberikan Allah supaya terhindar dari kesalahan pengajaran.
Poin-poin Praktis
Roh Kudus tinggal dalam anggota-anggota
Gereja dan membantu mereka dengan rahmat-Nya sesuai dengan tugas-tugas
mereka. Ini cara-Nya membimbing Gereja dan memberi hidup dan persatuan.
"Seperti Kristus adalah Kepala Gereja, demikian juga Roh Kudus
menjiwai Gereja. (Paus Leo XIII)
Sri Paus tinggal di kota Vatikan, suatu
wilayah yang independen di dalam lingkup wilayah kota Roma, Italia.
Dia adalah Uskup Roma. Sejak jaman Santo Petrus, Uskup Roma selalu
menjabat sebagai Paus. Ketika seorang Paus wafat, para Kardinal
memilih penggantinya.
|