 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
Pentingnya iman
dalam hidup sehari-hari
oleh Fr.Wilfred Theisen OSB.
Ketika seorang bintang penyanyi
terkenal seperti N'Sync atau Britney Spears akan menggelar konser
di suatu kota, maka para penggemar mereka akan melakukan apa saja
yang perlu demi supaya mendapat karcis masuk.
Bahkan tidak jarang para penggemar
menginap satu malaman di jalanan untuk memastikan supaya mereka
mendapat tempat duduk yang strategis pada waktu konser berlangsung.
Bisa kamu bayangkan respon yang kamu dapat di loket penjualan kalau
kamu muncul hanya sejam sebelum konser dimulai dan ingin membeli
tiket. Boleh jadi kamu akan masuk waiting list.
Sungguh aneh bahwa kita seringkali
gagal untuk mengerjakan sesuatu yang menyangkut kehidupan spiritual
kita, dengan semangat dan ketekunan yang sama seperti yang kita
lakukan untuk hal-hal menyangkut hidup sehari-hari.
Kita seringkali bertindak bodoh
dan naif dalam hidup spiritual kita, tetapi cerdik, penuh perhitungan
dan ide-ide dalam menangani urusan-urusan di dunia. Kita berbuat
seperti lima gadis yang bijaksana ketika kita mengerjakan bisnis
kita dan membuat rencana-rencana bagi keluarga kita. Di lain pihak,
kita berbuat seperti lima gadis yang bodoh dalam hal-hal menyangkut
kehidupan rohani kita.
Sebagai contohnya, sungguh naif
kalau kita berpikir bahwa pengetahuan yang kita dapat dalam suatu
mata pelajaran di sekolah dasar dan sekolah menengah sudah mencukupi
bagi kesuksesan kita. Semua universitas bisa tutup kalau memang
demikian halnya. Dalam setiap profesi pekerjaan, menambah ilmu-ilmu
baru merupakan langkah yang harus terus-menerus dilakukan untuk
menjaga supaya kita tetap cekatan dan sukses. Anehnya, dalam hal
rohani, tingkat pengetahuan yang kita miliki sewaktu kita di sekolah
menengah ataupun selesai katekumen seringkali dirasa sudah cukup
untuk bekal sepanjang hidup kita. Contoh yang paling menyolok misalnya
menyangkut Alkitab. Seindah apapun kisah-kisah dalam Alkitab merindukan
pemahaman yang lebih mendalam dari seorang dewasa ketimbang seorang
anak-anak maupun remaja.
Dalam dunia bisnis kita pernah
mendengar slogan, "tidak ada hal yang gratis di dunia ini."
Kita menerima slogan ini bahwa kamu tidak akan mendapat sesuatu
tanpa berbuat apa-apa. Mengapa kita tidak mengenakan slogan ini
dalam hidup rohani kita? Benar kalau dikatakan bahwa iman itu adalah
suatu karunia dari Tuhan, tetapi semangat dan motivasi kita juga
banyak memegang peranan.
Seorang katekis ternama pernah
berkata begini: "Kalau kamu ingin supaya imanmu berkarya, maka
kamu harus bekerja bagi imanmu itu. Kamu harus mengerti bahwa kamu
harus bekerja keras bagi kebutuhan-kebutuhan rohanimu sama seperti
kamu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan jasmanimu."
Kita seringkali mendengar orang-orang
yang kehilangan imannya. Tidak jarang seseorang yang telah menjadi
Katolik sejak lahir lantas makin menjauh dari praktek-praktek ajaran
agama. Bagaimana erosi iman ini bisa terjadi? Pada dasarnya kita
tidak kehilangan iman kita seperti layaknya kita kehilangan sesuatu
barang materi. Kalau ingin digambarkan dengan kata-kata, kita kehilangan
iman, ketika kita berhenti mengenakan aturan-aturan iman tersebut
terhadap kehidupan kita sehari-hari.
Dengan kata lain, kalau iman kepercayaan
kita tidak dijadikan pegangan sewaktu mengambil keputusan-keputusan
dalam hidup kita sehari-hari, maka iman kita sudah mati. Ketika
kita berhenti membuat keputusan-keputusan yang sesuai dengan iman
kita maka iman kita tersebut sudah tiada lagi.
Seseorang yang bijaksana akan
mulai sejak dini hari untuk membangun strategi yang akan digunakannya
untuk menghadapi tantangan hari itu. Kalau kita telah memahami hal
yang bijak ini, pada penghujung hari kita akan bersuka-cita seperti
layaknya lima gadis yang bijaksana, dan tidak penuh penyesalan seperti
lima gadis yang bodoh.
|