 |
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
|
| |
 |
APAKAH SAYA BISA JADI
EVANGELIS?
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus:
Allah Bapa berkehendak untuk menggunakan anda
masing-masing untuk menjamah orang-orang lain dengan pesan-pesan
penyelamatan dari Kabar Gembira. Entah mereka itu seorang eksekutif
perusahaan, akuntan, tukang kayu, mekanik, orang jalanan ataupun
pelacur sekalipun. Bahwasanya hanya ada satu-satunya jalan menuju
surga yaitu melalui Yesus Kristus.
Sri Paus Yohanes Paulus II mengingatkan kita
bahwa "jika kita kembali kepada awal mula Gereja, kita akan
menemukan konfirmasi bahwa Kristus adalah satu-satunya Juru Selamat
bagi semua orang, satu-satunya yang dapat menyatakan Allah dan membawa
kita kepada Allah."
Ketika menjawab pertanyaan para pemimpin-pemimpin
Yahudi serta para ahli agama yang mempertanyakan para rasul terhadap
penyembuhan orang lumpuh, Petrus menjawab, "Dalam nama Yesus
Kristus orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah
dibangkitkan Allah dari antara orang mati....Dan keselamatan tidak
ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong
langit ini tidak ada nama lain yang diberikan ke pada manusia yang
olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah 4:10,12). Pernyataan
itu yang ditujukan kepada Sanhedrin, yaitu dewan agama Yahudi, memiliki
nilai yang universal, karena bagi semua orang, Yahudi ataupun bukan
Yahudi, keselamatan hanya datang dari Yesus Kristus.
Mari Nyatakan Sampai Ke Ujung Dunia....
Setiap orang perlu mendengarkan Kabar Gembira
dan didamaikan dengan Allah. Tidak mungkin bagi siapapun untuk mencapai
Allah dengan kekuatannya sendiri (bandingkan Matius 19:25-26). Semua
telah jatuh ke dalam dosa. Apakah orang yang berpakaian mewah dan
bermobil Mercedez, atau pecandu alkohol yang terbaring di jalanan,
masing-masing punya problem yang sama: tanpa Yesus Kristus mereka
tersesat dan hilang. Ketika mereka mendengar dan menolak Kabar Gembira,
mereka hanya punya satu perbedaan diantara mereka: orang kaya menjalani
hidup yang nyaman di dunia ini sebelum masuk ke dalam neraka abadi.
Tuhan Yesus berkata kepada kita bahwa "ada
sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih
dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang
tidak memerlukan pertobatan" (Lukas 15:7). Sukacita di surga
sama besar bagi setiap pendosa yang bertobat. Setiap jiwa adalah
sama nilainya dimata Allah: "Sesungguhnya aku telah mengerti,
bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun
yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya."
(Kisah 10:34-35). Tidak peduli apakah mereka tinggal di gubuk-gubuk
reyot di Afrika atau di rumah-istana di Beverly Hills. Tidak peduli
apakah mereka adalah warga idola di komunitas mereka atau penjahat
yang paling ditakuti. Ada sukacita besar di surga bagi setiap mereka
yang bertobat. Oleh karena ini, kita jangan hanya memfokuskan usaha
menyebarkan Kabar Gembira kepada mereka yang hidup berkekurangan.
Tantangannya bagi kita adalah untuk menembusi setiap lapisan masyarakat
dengan pesan-pesan keselamatan dari Kabar Gembira.
Allah Bapa punya rencana....
Mewartakan Injil seharusnya menjadi bagian
yang alami dari hidup Kristen. Janganlah hal ini dianggap suatu
hal yang istimewa ataupun luar biasa. Sri Paus Paulus VI pernah
berkata bahwa Allah Bapa berkehendak untuk menggunakan setiap orang
untuk mewartakan pesan-pesan Injil: "Akhirnya, orang yang dievangelisasi
meneruskan untuk mengevangelisasi orang-orang lainnya. Disinilah
letak tes kebenaran, sokoguru evangelisasi: sungguh tidak terpikirkan
bahwa seseorang bisa menerima Firman dan memberikan dirinya sendiri
kepada Kerajaan Allah tanpa menjadi seorang yang bersaksi bagi Firman
dan pada gilirannya menyatakannya (kepada orang-orang lain)."
(tulisan Sri Paus Paulus VI dalam Mengenai Evangelisasi Di Dunia
Modern). Sri
Paus Yohanes Paulus II menambahkan, "Tuhan Yesus selalu memanggil
kita untuk keluar dari diri kita sendiri dan berbagi dengan orang
lain milik kita, mulai dengan karunia yang paling berharga diantara
semua, yaitu iman kita. (Sri Paus Yohanes Paulus II dalam Misi Sang
Penebus).
Sesungguhnya, setiap umat Kristen harus bekerja
membawa orang-orang lain kepada Kristus. Banyak orang mungkin berkata,
"Saya tidak yakin kalau saya bisa berevangelisasi. Saya bukan
orang yang terbuka dan saya tidak suka berbicara kepada publik."
Atau kadang mereka berkata, "Tidak pernah terlintas dalam pikiran
saya untuk dapat berevangelisasi. Saya tidak mungkin bisa mendekati
orang yang tidak saya kenal di jalanan." Tidak setiap orang
memiliki karunia atau panggilan untuk menginjil di jalan-jalan.
Tetapi orang yang pintar menginjil kepada publik belum tentu bisa
berbicara dengan sahabat dan keluarga tentang Injil. Orang yang
sifatnya tertutup mungkin bisa berbuat banyak melakukan pelayanan
kepada orang-orang sakit, misalnya dengan menjadi pelayan Ekaristi
atau mengajar kelas studi Alkitab. Kalau kamu bersedia untuk menjadi
bagian dari rencana Allah Bapa untuk mewartakan Kabar Gembira, maka
niscaya Allah Bapa pasti menggunakan kamu. Kamu adalah instrumen
yang bagus dan dipilih oleh Allah Bapa untuk menjamah orang-orang
tertentu dengan Kabar Gembira. Kamu adalah pilihan pertamaNya. Allah
Bapa telah memberikan kamu karunia dan talenta-talenta tertentu.
Dia ingin menggunakan kamu untuk menjamah orang-orang lain.
Roh Kudus Memberimu Kekuatan...
Perutusan akbar dalam Injil Markus menunjukkan
bahwa kuasa Roh Kudus diberikan kepada kaum beriman untuk memenuhi
tugas besar ini: "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang
yang percaya...." Bahkan setiap tempat yang tercatat dalam
Perjanjian Baru merekam bahwa "perutusan akbar" ini meliputi
janji menerima kuasa Roh Kudus untuk menolong kita menjalani tugas-tugas
ini. Demi keberhasilan, kita harus menyandarkan diri pada kuasa
Allah yang bekerja melalui kita. Jika kamu merasa tidak mampu untuk
menjadi seorang evangelis, maka sesungguhnya kamu berada pada posisi
yang bagus! Orang yang percaya diri dan menyandarkan pada kemampuan
dan kepintaran mereka sendiri akan jauh lebih tidak efektif daripada
orang yang menggantungkan diri pada rahmat dan kuasa Allah Bapa.
Boleh jadi kamu masih berpikir, "Siapa?
Saya? Bagaimana saya akan bercerita tentang Yesus kepada orang lain?
Saya tidak tahu banyak tentang Alkitab maupun ajaran-ajaran Gereja.
Siapa yang akan mau mendengarkan omongan saya?" Saya yakin
ini pasti menjadi alasan banyak orang. Kita menghindar dari bersaksi
tentang Yesus kepada orang lain karena kita merasa bahwa kita tidak
tahu banyak. Harap ingatlah bahwa bukan pengetahuan yang kita miliki
ataukah pemahaman kita yang membawa banyak orang kepada Yesus, melainkan
kuasa Yesus-lah yang akan membawa mereka kepada-Nya.
Apakah kamu bersedia untuk bersaksi kepada
orang lain tentang apa yang kamu ketahui tentang Yesus? Jika kamu
bersedia berbicara kepada mereka, maka Allah akan mengirim orang-orang
yang perlu mendengarkan, kepadamu.
Jadi kamu lihat, bahwa banyak orang telah menemukan
cara-cara untuk menghindar dari iman Kristen. Mereka tidak mendengar
firman Tuhan di gereja-gereja pada hari Minggu. Mereka tidak mendengarkannya
di radio ataupun di televisi. Tetapi ketika Allah Bapa mengirimmu
kepada mereka, mereka tidak bisa menghindar daripadamu. Mengapa?
Karena mereka mengenalmu sebagai tetangga mereka. Mereka mengenalmu
sebagai mekanik bengkel mobil. Mereka mengenalmu sebagai sesama
orang tua murid. Mereka mengenalmu sebagai teman kantor. Ketika
kamu berteman dengan mereka dan mengasihi mereka dengan kasih Allah,
hati mereka tersentuh dan menjadi terbuka.
Umumnya orang-orang tidak mencari ahli-ahli
Alkitab, teolog, ataupun pembicara hebat di depan umum. Apa yang
mereka butuhkan justru adalah orang-orang seperti kamu. Seseorang
yang bisa berbicara dengan jujur dari kedalaman hatinya tentang
kebutuhan terbesar dalam hidup mereka - betapa perlunya mereka menerima
Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan bersatu dengan Allah Bapa
Sang Pencipta.
Saatnya Mengambil Keputusan...
Untuk memenuhi janji baptis dan krisma, kamu
harus mengambil suatu keputusan penting. Apakah kamu akan membolehkan
Allah Bapa untuk menggunakan hidupmu untuk mewartakan Injil? Allah
Bapa di surga tidak meminta kamu untuk harus menjadi imam, biarawati,
atau bruder. Allah Bapa di surga tidak meminta kamu harus menjadi
misionaris di negeri-negeri asing, atau penginjil jalanan, atau
evangelis dari rumah ke rumah. Allah Bapa cuma ingin bertanya, apakah
kamu mengijinkan Bapa untuk menggunakan kamu untuk mewartakan Kabar
Gembira Yesus Kristus? Jika kamu setuju, Allah Bapa akan menggunakan
kamu. Kemungkinan besar, sedikit sekali dari hal-hal hidup kamu
yang akan berubah. Kamu rasanya akan tetap tinggal di rumah yang
sama, kerja/sekolah di tempat yang sama, tetap dengan keluarga yang
sama. Akan tetapi akan ada makna dan tujuan yang baru dari hidup
kamu. Kamu akan memulai hidup Kristen dengan urapan yang besar dari
Roh Kudus.
Kalau kamu memberikan kesempatan bagi Allah
Bapa untuk menggunakan kamu untuk membawa Kabar Gembira kepada orang-orang
lain, Dia akan menggunakan kamu untuk menuai panenan jiwa-jiwa pada
masa kini. Akan ada orang-orang yang turut memerintah di surga bersama
Allah Bapa selamanya, dan bukannya penderitaan di neraka abadi.
Ini semua bisa terjadi karena kamu setuju terhadap permintaan Allah
Bapa.
Harap perhatikan bahwa pertanyaannya semata-mata
adalah: Apakah kamu bersedia? Jika kamu bersedia, maka Allah Bapa
siap untuk menggunakan kamu mulai sekarang juga. Kamu cukup mengiyakan,
maka Allah Bapa akan mengurus sisanya.
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah
yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?"
Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
Kemudian firman-Nya: "Pergilah dan katakanlah kepada bangsa
ini." (Yesaya 6:8-9)
|