Santa Maria dari Kazan - Russia
Fatima, Portugal (abad ke-13)
Di antara rakyat Russia, ikon Santa Maria dari Kazan adalah salah satu
yang paling populer di dihormati dari antara gambar-gambar Bunda Maria.
Menurut pendapat ahli, ikon itu berasal dari abad ke-13 dan dilukis
diatas selembar kayu dengan gaya Bizantium Yunani yang umum. Ikon itu
menggambarkan kepala dan bahu Santa Perawan Maria bersama dengan Kanak-kanak
Yesus yang berdiri di atas lututnya. Meskipun permukaan karya ini nyaris
seluruhnya tertutup oleh lapisan emas, gambar dibawah lapisan emas itu
dilukis seluruhnya dengan pigmen dan analisa dengan sinar-X menunjukkan
bahwa ikon itu dalam keadaan sempurna. Wajah Santa Maria dan Kanak-kanak
Yesus dapat terlihat, demikian juga tangan kanan Sang Putera. Lempengan
emasnya berasal dari abad ke-17 dan ditaburi dengan lebih dari 1000
batu permata, emerald, rubi, safir, dan mutiara. Meskipun sebagian besar
batu-batu permata itu sudah menjadi bagian dari ikon itu sejak berabad-abad,
beberapa batu permata yang disumbangkan orang-orang baru ditambahkan
pada tahun-tahun belakangan ini.
Menurut dugaan, ikon tersebut dilukis di Konstantinopel. Para sejarawan
percaya bahwa ikon tersebut dibawa ke Russia lewat Laut Hitam dan Sungai
Don dan lalu ke kota Kazan, dimana ikon tersebut ditahtakan di sebuah
biara.
Ikon tersebut hilang pada tahun 1209 ketika orang-orang Tartar memporak-porandakan
kota Kazan dan menghancurkan biara serta membunuh segenap penghuninya.
Lebih dari 350 tahun kemudian ikon tersebut ditemukan kembali, pada
tahun 1579, ketika kota itu sedang dibangun kembali setelah terjadi
bencana kebakaran.
Seorang anak kecil menemukan ikon tersebut diantara puing-puing rumahnya
yang sedang diperbaiki oleh ayahnya. Matrona, anak yang berusia 9 tahun
itu mengatakan bahwa seorang "wanita yang mulia" menunjukkan
tempat dimana dia harus menggali untuk menemukan sebuah ikon. Dua kali
penampakan sang wanita diabaikan oleh orang tua dan para tetangga, tetapi
ketika penglihatan ketiga terjadi mereka dengan segera menggali di puing-puing.
Matrona-lah yang menemukan ikon tersebut, yang dibungkus dengan kain
tua. Meskipun telah terkubur selama tiga abad, ikon tersebut tidak rusak.
Berita tentang penemuan yang mukjijat itu tersebut tersebar luas ke
seluruh kota dan membuat ribuan orang berduyun-duyun datang ke tempat
penampakan Bunda Maria. Ikon tersebut lalu dibawa oleh Uskup Agung dalam
suatu perarakan ke gereja St.Nikolas di dekat situ. Nantinya ikon itu
ditahtakan di Katedral Anunsiasi di Kazan. Selanjutnya, ketika salinan
ikon tersebut dibuat dan dikirim ke Czar Ivan Agung, dia memerintahkan
supaya ikon aslinya ditahtakan di kapel biara yang dia ingin bangun
di tempat dimana ikon tersebut ditemukan kembali. Di biara inilah bertahun-tahun
sesudahnya Matrona bersama ibunya menjadi anggotanya dan mengucapkan
kaul biarawati.
Ketika Russia dikepung dari luar dan dalam oleh musuh-musuhnya dan beberapa
pihak mengklaim tahta kekaisaran Russia, Uskup Germogen memanggil para
patriot Russia untuk menempur pemimpin-pemimpin palsu dan menahan serangan
asing, dengan meyakinkan mereka bahwa mereka akan didukung dan dilindungi
oleh Bunda Allah. Dia sendiri ditawan oleh pasukan Polandia di tahun
1612 dan menderita wafat sebagai martir karena kelaparan. Rakyat Russia
kemudian berdiri di belakang Uskup Yunani, Arsenius, yang sedang mengunjungi
Russia pada waktu itu. Dalam suatu penglihatan, St.Serge, pendiri Biara
Trinitas Mahakudus di Zagorsk, menampakan dirinya kepada sang uskup
dan meyakinkan dia akan kemenangan dibawah perlindungan Santa maria.
Mendengar hal ini, orang-orang Russia membawa ikon tersebut sebagai
panji kemenangan dan menyerang dinding-dinding Kremlin dan membebaskan
Moskow pada tanggal 27 November 1612. Pasukan Russia mengelu-elukan
Santa Maria dari Kazan sebagai pembebas Russia. Untuk mengenang kemenangan
ini, Gereja menyatakan tanggal 22 Oktober sebagai hari raya.
Ikon itu kembali diangkat sebagai panji kemenangan oleh Czar Petrus
Agung dalam pertempurannya melawan pasukan Charles XII dari Swedia pada
tahun 1790.
Ikon tersebut beberapa kali dipindah-pindah ke berbagai tempat terhormat
dan setiap tempat agaknya berusaha untuk menghujani ikon itu dengan
kehormatan dan rasa khidmat. Di Lapangan Merah yang terkenal di Moskow,
Pangeran Pozharsky, panglima pasukan milisi rakyat, membangun sebuah
basilika yang didedikasikan kepada Bunda dari Kazan. Ikon itu dipindahkan
ke sana, tetapi ketika ibukota dipindah dari Moskow ke St.Petersburg,
Czar Petrus membangun kuil yang khusus bagi ikon itu dan memindahkannya
ke tempat kehormatan yang baru.
Setelah kekalahan Napoleon yang dianggap sebagai hasil perlindungan
Santa Maria, Basilika Kazan dibangun untuk merumahkan ikon tersebut.
Basilika itu dikonsekrasikan sewaktu pemerintahan Alexander II. Sang
czar memberikan semua rampasan perang dan bendera-bendera perang dari
invasi Napoleon kepada kuil itu sebagai perlambang kemenangan Santa
Maria. Ikon itu tetap berada disana samapi Revolusi Russia tahun 1917.
Pada tahun 1929 Katedral Kazan di St.Petersburg direndahkan martabatnya
dengan diubah menjadi museum, yang tetap demikian hingga saat ini.
Meskipun tidak dapat dipastikan bagaimana ikon itu dipindahkan dari
Russia, ada yang berspekulasi bahwa ikon itu dijual setelah Revolusi
bersama dengan banyak ikon dan perangkat Misa, harta religius dan negara,
pada saat dimana pemerintah Komunis yang baru berdiri sangat membutuhkan
uang. Ikon itu muncul kembali di tangan pribadi pertama di Polandia,
lalu di Inggris pada tahun 1935.
Pada tahun 1960 ikon itu dipinjamkan kepada suatu komunitas rohani yang
membawanya dalam suatu perziarahan ke gereja-gereja Ortodoks Russia
di seluruh Amerika Serikat dengan harapan dapat mengumpulkan cukup dana
untuk membelinya. Perayaan yang agung dan liturgi-liturgi yang suci
dipersembahkan selama kunjungan-kungjunannya. Ikon itu juga dipertunjukan
dengan hormat di paviliun Ortodoks Russia pada New York World Fair tahun
1964-1965. Ikon itu akhirnya ditebus oleh Apostolat Santa Maria dari
Fatima dan ditahtakan pada tanggal 26 Juli 1970 di kapel Bizantium Ikon
dari Kazan di Domus Pacis, kota Fatima, Portugal.
Setelah lebih dari 50 tahun berkelana diantara pemilik-pemilik pribadi,
ikon itu sekarang dirumahkan di suatu tempat kehormatan. Orang-orang
berharap suatu waktu nanti ikon itu bisa dikembalikan ke panti kudusnya
yang asli di tanah Russia.
Sebagai
tambahan, di Soufanieh, Siria, suatu salinan ikon Santa Maria dari Kazan
mengeluarkan minyak zaitun hingga sekarang. 1000 salinan yang dibuat
dari ikon Santa Maria dari Kazan di Soufanieh itu juga turut mengucurkan
minyak zaitun.
Diterjemahkan dan diadaptasi dari buku Miraculous Images of Our Lady